Rabu, 13 November 2013

PENGERTIAN BUNGA



Nama: Ari Rindra Nugroho


Kelas: 3IB01A






PENGERTIAN BUNGA


Bunga adalah imbalan jasa atas pinjaman uang, imbal jasa ini merupakan suatu kompensasi kepada pemberi pinjaman atas manfaat ke depan dari uang pinjaman tersebut apabila diinvestasikan. Jumlah pinjaman tersebut disebut “pokok utang” (principal). Persentase dari pokok utang yang dibayarkan sebagai imbal jasa (bunga) dalam suatu periode tertentu disebut “suku bunga”.


Miller, RL dan Vanhoose, mengataka bahwa suku bungan adalah sejumlah dana, dinilai dalam uang, yang diterima si pemberi pinjaman (kreditor), sedangkan suku bunga adalah rasio dari bunga terhadap jumlah pinjaman.


Salah satu pengaruh yang memiliki korelasi yang sangat kuat mempengaruhi pergerakan harga-harga saham di bursa efek dan paling sering terjadi yang dapat kita amati adalah pengaruh fluktuasi tingkat suku bunga perbankan atau suku bunga yang telah ditetapkan oleh Bank Indonesia.


Sebagaimana diketahui bahwa tingkat suku bunga perbankan secara periodik akan selalu berfluktuasi dan fluktuasi tingkat suku bunga perbankan tersebut akan berpengaruh kuat terhadap pergerakan harga-harga saham di bursa efek. Secara teoritis hubungan pergerakan tingkat suku bunga dengan pergerakan harga saham tersebut berbanding terbalik. Artinya apabila tingkat suku bunga mengalami kenaikan maka harga-harga saham yang diperdagangkan di bursa efek akan mengalami penurunan, maka harga-harga saham naik karena para investor akan beralih berinvestasi kepada instrumen perbankan seperti deposito misalnya dan sebaliknya kalau pergerakan tingkat suku bunga mengalami penurunan, maka harga-harga saham naik karena para investor akan beralih berinvestasi kepada instrumen saham.


Faktor kedua yang memungkinkan pengaruh naik turunnya tingkat suku bunga perbankan terhadap harga-harga saham, dikarenakan setiap perusahaan pasti memiliki utang dan senantiasa mencari sumber-sumber pembiayaan melalui utang. Dimana utang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kegiatan operasional suatu perusahaan, sehingga naiknya tingkat suku bunga dipastikan akan menambah beban biaya terhadap perusahaan dan akibatnya dapat mengurangi keuntungan perusahaan serta mendorong meni ngkatkan risiko terhadap perusahaan.


Oleh karena itu, disimpulkan bahwa bagi perusahaan-perusahaan yang memiliki rasio utang yang cukup besar serta saham perusahaan-perusahaan yang bergerak dalam industri perbankan dan properti memiliki tingkat sensitivitas yang sangat tinggi terhadap harga saham perusahaan yang bersangkutan.


Tingkat Suku Bunga adalah harga dari penggunaan uang untuk jangka waktu tertentu atau harga dari penggunaan uang yang dipergunakan dan akan dikembalikan pada saat mendatang. Nilai suku bunga Domestik di indonesia sangat terkait dengan tingkat suku bunga internasional. Hal ini disebabkan oleh akses pasar keuangan domestik terhadap pasar keuangan internasional serta kebijakan nilai tukar mata uang yang kurang fleksibel.


Selain suku bunga internasional, tingkat diskonto suku bunga indonesia (SBI) juga merupakan faktor terpenting dalam penentuan suku bunga di indonesia. Peningkatan diskonto SBI segera direspon oleh suku bunga Pasar Uang Antar Bank (PUAB) sedangkan respon suku bunga deposito baru muncul setelah 7 sampai 8 bulan.


Keynes berpendapat, bahwa tingkat suku bunga ditentukan oleh permintaan dan penawaran uang. Dalam menentukan tingkat suku bunga berlaku hukum permintaan dan penawaran. Apabila penawaran uang tetap, semakin tinggi pendapatan nasional semakin tinggi tingkat suku bunga. Bunga adalah imbal jasa atas pinjaman uang. Imbal jasa ini merupakan suatu kompensasi kepada pemberi pinjaman atas manfaat ke depan dari uang pinjaman tersebut apabila diinvestasikan.


Perubahan tingkat suku bunga akan menyebabkan tejadinya fluktuasi harga surat berharga. Hal ini terutama akan dialami surat berharga yang memberikan pendapatan tetap, seperti obligasi. Obligasi merupakan pejanjian yang resmi antara penerbit obligasi dengan investor. Investor ini memperoleh imbalan berupa bunga tetap yang dibayarnya setiap tahun sampai obligasi tersebut jatuh tempo.


Ada perbedaan antara obligasi yang dikeluarkan oleh pemerintah dengan obligasi yang dikeluarkan oleh perusahaan. Obligasi yang dikeluarkan oleh perusahaan paling tidak mengandung dua risiko yaitu risiko kegagalan dan risiko tingkat bunga, karena ada kemungkinan perusahaan mengalami kebangkrutan.






DEFINISI BUNGA



Definisi Bunga. Bunga(flos) atau kembang adalah struktur reproduksi seksual pada tumbuhan berbunga (divisio Magnoliophyta atau Angiospermae, "tumbuhan berbiji tertutup"). Pada bunga terdapat organ reproduksi (benang sari dan putik). Bunga secara sehari-hari juga dipakai untuk menyebut struktur yang secara botani disebut sebagai bunga majemuk atau inflorescence. Bunga majemuk adalah kumpulan bunga-bunga yang terkumpul dalam satu karangan. Dalam konteks ini, satuan bunga yang menyusun bunga majemuk disebut floret.
Bunga berfungsi utama menghasilkan biji. Penyerbukan dan pembuahan berlangsung pada bunga. Setelah pembuahan, bunga akan berkembang menjadi buah. Buah adalah struktur yang membawa biji.






Fungsi bunga


Fungsi biologi bunga adalah sebagai wadah menyatunya gamet jantan (mikrospora) dan betina (makrospora) untuk menghasilkan biji. Proses dimulai dengan penyerbukan, yang diikuti dengan pembuahan, dan berlanjut dengan pembentukan biji.
Beberapa bunga memiliki warna yang cerah yang berfungsi sebagai pemikat hewan pembantu penyerbukan. Beberapa bunga yang lain menghasilkan panas atau aroma yang khas, juga untuk memikat hewan untuk membantu penyerbukan.
Manusia sejak lama terpikat oleh bunga, khususnya yang berwarna-warni.Bunga menjadi salah satu penentu nilai suatu tumbuhan sebagai tanaman hias.
Bunga adalah batang dan daun yang termodifikasi. Modifikasi ini disebabkan oleh dihasilkannya sejumlah enzim yang dirangsang oleh sejumlah fitohormon tertentu. Pembentukan bunga dengan ketat dikendalikan secara genetik dan pada banyak jenis diinduksi oleh perubahan lingkungan tertentu, seperti suhu rendah, lama pencahayaan, dan ketersediaan air (lihat artikel Pembentukan bunga).


Bunga hampir selalu berbentuk simetris, yang sering dapat digunakan sebagai penciri suatu takson. Ada dua bentuk bunga berdasar simetri bentuknya: aktinomorf ("berbentuk bintang", simetri radial) dan zigomorf (simetri cermin). Bentuk aktinomorf lebih banyak dijumpai.
Bunga disebut bunga sempurna bila memiliki alat jantan (benang sari) dan alat betina (putik) secara bersama-sama dalam satu organ. Bunga yang demikian disebut bunga banci atau hermafrodit. Suatu bunga dikatakan bunga lengkap apabila memiliki semua bagian utama bunga.




Jenis bunga


Bunga sederhana


Bunga sederhana: merupakan hasil dari pokok utang, suku bunga per periode, dan lamanya waktu peminjaman.


Rumusan bunga sederhana yaitu: c=pbw, dimana c (bunga sederhana) merupakan hasil dari p (pokok utang), b (bunga), dan w (waktu). Contohnya: Wiki meminjam Rp 230.000.000 untuk membeli sebuah mobil baru, dengan suku bunga sebesar 9.5% per tahun dan masa pinjaman adalah 5 tahun maka bunganya adalah


Rp. 230.000.000 * 0.095 * 5 = Rp. 109.250.000


Bunga sederhana untuk pinjaman Wiki adalah Rp. 109.250.000, maka total pembayaran pokok utang ditambah bunganya adalah Rp. 339.250.000.


Contoh lainnya, misalnya pokok utangnya adalah Rp. 100.000 :


· Utang kartu kredit dimana dikenakan biaya sebesar Rp. 1.000 per harinya maka 1.000/100.000 = 1%/perhari.


· Obligasi swasta dimana pembayaran kupon bunga pertamanya adalah sebesar Rp 3.000 setelah 6 bulan sejak tangal penerbitan obligasi dan pembayaran kupon keduanya adalah Rp. 3.000 pada saat akhir tahun maka hasilnya adalah : (3.000+3.000)/100.000 = 6%/year.


· Bunga Deposito yang dibayarkan pada akhir tahun sebesar Rp. 6.000 maka perhitungannya adalah : 6.000/100.000 = 6%/year.


Bunga berbunga


Bunga berbunga atau disebut juga bunga majemuk: nilai pokok utang ini akan berubah terus setiap akhir suatu periode dengan penambahan perhitungan bunga . misalnya pokok hutang adalah 1.000 dengan bunga 5%/tahun maka periode tahun pertama pokok hutangnya menjadi 1000+(1.000*5%) = 1.050. Pada periode tahun berikutnya maka perhitungannya menjadi 1050+(1050*5%)= 1.102,50.


Suku bunga tetap dan mengambang


· "Suku bunga tetap" adalah suku bunga pinjaman tersebut tidak berubah sepanjang masa kredit.


· "Suku bunga mengambang" adalah suku bunga yang berubah-ubah selama masa kredit berlangsung dengan mengikuti suatu kurs referensi tertentu seperti misalnya LIBOR dimana cara perhitungannya dengan menggunakan sistem penambahan marjin terhadap kurs referensi.


Kombinasi atas suku bunga tetap dan mengambang ini dimungkinkan serta sering digunakan. Misalnya pada suatu kredit pemilikan rumah dimana disepakati bahwa hingga tahun ketiga bunganya adalat tetap yaitu 8.5% dan bunga untuk tahun selanjutnya akan ditetapkan sebesar 2% di atas LIBOR.






Kepustakaan:


Wikipedia


Sawaldjo Puspopranoto, Keuangan Perbankan dan Pasar Keuangan, (Pustaka LP3ES Indonesia, Jakarta: 2004). http:// .id.wikipedia.org./wiki/Suku bunga

http://gunadarma.ac.id/

Senin, 21 Oktober 2013

Cash Flow


Cash Flow
Cash flow (aliran kas) merupakan sejumlah uang kas yang keluar dan yang masuk sebagai akibat dari aktivitas perusahaan dengan kata lain adalah aliran kas yang terdiri dari aliran masuk dalam perusahaan dan aliran kas keluar perusahaan serta berapa saldonya setiap periode.
Hal utama yang perlu selalu diperhatikan yang mendasari dalam mengatur arus kas adalah memahami dengan jelas fungsi dana/uang yang kita miliki, kita simpan atau investasikan. Secara sederhana fungsi itu terbagi menjadi tiga yaitu
1.      fungsi likuiditas, yaitu dana yang tersedia untuk tujuan memenuhi kebutuhan sehari-hari dan dapat dicairkan dalam waktu singkat relatif tanpa ada pengurangan investasi awal
2.      fungsi anti inflasi, dana yang disimpan guna menghindari resiko penurunan pada daya beli di masa datang yang dapat dicairkan dengan relatif cepat.
3.      capital growth, dana yang diperuntukkan untuk penambahan/perkembangan kekayaan dengan jangka waktu relatif panjang..
Aliran kas yang berhubungan dengan suatu proyek dapat di bagi menjadi tiga kelompok yaitu:
a) Aliran kas awal (Initial Cash Flow) merupakan aliran kas yang berkaitan dengan pengeluaran untuk kegiatan investasi misalnya; pembelian tanah, gedung, biaya pendahuluan dsb. Aliran kas awal dapat dikatakan aliran kas keluar (cash out flow)
b) Aliran kas operasional (Operational Cash Flow) merupakan aliran kas yang berkaitan dengan operasional proyek seperti; penjualan, biaya umum, dan administrasi. Oleh sebab itu aliran kas operasional merupakan aliran kas masuk (cash in flow) dan aliran kas keluar (cash out flow).
c) Aliran kas akhir (Terminal Cash Flow) merupakan aliran kas yang berkaitan dengan nilai sisa proyek (nilai residu) seperti sisa modal kerja, nilai sisa proyek yaitu penjualan peralatan proyek.
Namun Cash flow juga mempunyai beberapa keterbatasan-keterbatasan antara lain;
a)      Komposisi penerimaan dan pengeluaran yang dimasukan dalam cash flow hanya yang bersifat tunai.
b)       Perusahaan hanya berpusat pada target yang mungkin kurang fleksibel
c)      Apabila terdapat perubahan pada situasi internal maupun eksternal dari perusahaan yang dapat mempengaruhi estimasi arus kas masuk dan keluar yang seharusnya diperhatikan, maka akan terhambat karena manager hanya akan terfokus pada budget kas misalnya; kondisi ekonomi yang kurang stabil, terlambatnya customer dalam memenuhi kewajibanya.
Sedangkan kegunaan dalam menyusun estimasi cash flow dalam perusahaan sangat berguna bagi beberapa pihak terutama manajement. Diantaranya:
1)      Memberikan seluruh rencana penerimaan kas yang berhubungan dengan rencana keuangan perusahaan dan transaksi yang menyebabkan perubahan kas.
2)      Sebagian dasar untuk menaksir kebutuhan dana untuk masa yang akan datang dan memperkirakan jangka waktu pengembalian kredit.
3)      Membantu menager untuk mengambil keputusan kebijakan financial.
4)      Untuk kreditur dapat melihat kemampuan perusahaan untuk membayar kredit yang diberikan kepadanya
Untuk menyusun cash flow, kita dapat mengikuti langkah-langkah berikut ini. Ada empat langka dalam penyusunan cash flow, yaitu :
1)      Menentukan minimum kas
2)      Menyusun estimasi penerimaan dan pengeluaran
3)      Menyusun perkiraan kebutuhan dana dari hutang yang dibutuhkan untuk menutupi deficit kas dan membayar kembali pinjaman dari pihak ketiga.
4)      Menyusun kembali keseluruhan penerimaan dan pengeluaran setelah adanya transaksi financial dan budget kas yang final.
Pada cash flow statement, perusahaan akan melaporkan keluar masuknya kas. Cash flow statement dibagi menjadi tiga bagian, yaitu:
  1. Cash flow from operations, berisikan aliran kas yang berkaitan dengan aktivitas operasional perusahaan.
  2. Cash flow from investing, berisikan aliran kas yang berkaitan dengan investasi yang dilakukan oleh perusahaan, a.l: capex, penerimaan dividen, dll.
  3. Cash flow from financing, berisikan aliran kas yang berkaitan dengan pembiayaan perusahaan untuk menjalankan operasinya.
Penjumlahan ketiga komponen tersebut disebut dengan net change in cash yang akan menambah ataupun mengurangi posisi cash sebelumnya (yang terdapat di balance sheet).
Pada dasarnya, perusahaan yang sehat akan membukukan cash flow yang positif dari tahun ke tahun. Cash flow perusahaan akan terlihat lebih sehat lagi apabila cash flow from operations jumlahnya dapat menutup cash outflow dari bagian lainnya. Di samping itu, cash flow from operations yang sehat umumnya jumlahnya hampir sama dengan net income.
Dengan mempelajari aliran kas, anda akan dapat segera mengambil langkah jika ada beberapa produk yang ternyata kurang laku. Apakah anda akan menggenjot pemasaran, ataukah harus menjual diskon, atau bahkan menghentikan atau mengurangi produksi barang tersebut untuk tahap berikutnya, dan hanya menjual barang yang laku dipasaran.
Pada akhirnya, dengan mengawasi cash flow, anda akan bisa mengetahui posisi likuiditas perusahaan anda, apakah produk dan jasa yang anda jual masih dalam posisi yang aman. Jadi, betapa pentingnya mempelajari aliran kas di perusahaan anda.


Proyeksi Arus Kas
(dalam Rp)
Keterangan
Tahun 0
Tahun 1
Total Penjualan
3,500,000
3,620,000



A. Arus Kas Masuk


     1. Penjualan Tunai
3,620,000
3,940,000
     2. Penerimaan Piutang
2,600,000
2,800,000
     3. Modal Sendiri
1,020,000
1,500,000
     4. Kredit Investasi
400,000
550,000
     5. Kredit Modal Kerja
500,000
600,000
     6. Saldo Kas Awal
2,500,000
2,785,000
     Total Kas Masuk
10,640,000
12,175,000



B. Arus Kas Keluar


     1. Investasi
500,000
800,000
     2. Biaya Pokok Produksi
1,200,000
1,250,000
     3. Biaya Usaha Sebelum Penyusutan
987,000
1,000,000
     4. Bunga
126,000
143,000
     5. Pajak
350,000
370,000
     Total Kas Keluar
3,163,000
3,563,000



C. Kas Bersih (A - B)
7,477,000
8,612,000
D. Kewajiban Bank


     1. Angsuran Kredit Investasi
2,800,000
2,400,000
     2. Angsuran Modal Kerja
1,200,000
987,000
     Total Kewajiban Bank
4,000,000
3,387,000



E. Saldo Kas Akhir (C - D)
3,477,000
5,225,000


Contoh Cash Flow dari beberapa perusahaan di Indonesia.



·         PT. Sampoerna Tbk.

·         PT. Unilever Indonesia Tbk.
                      


·         PT Bakrie Sumatera Plantation Tbk.


Contoh Soal:
1.       Sebutkan tiga bagian dari Cash Flow Statement serta penjelasannya!
Jawab:
a)      Cash flow from operations, berisikan aliran kas yang berkaitan dengan aktivitas operasional perusahaan.
b)      Cash flow from investing, berisikan aliran kas yang berkaitan dengan investasi yang dilakukan oleh perusahaan, a.l: capex, penerimaan dividen, dll.
c)       Cash flow from financing, berisikan aliran kas yang berkaitan dengan pembiayaan perusahaan untuk menjalankan operasinya.

2.       Sebutkan komponen-komponen yang termasuk ke dalam Kas Keluar!
Jawab:
a)      Investasi
b)      Biaya Pokok Produksi
c)       Biaya Usaha Sebelum Penyusutan
d)      Bunga
e)      Pajak

Kamis, 10 Oktober 2013

EKONOMI TEKNIK

EKONOMI TEKNIK


RUANG LINGKUP EKONOMI TEKNIK

      Ekonomi teknik adalah penentuan faktor-faktor dan kriteria ekonomi yang digunakan ketika satu atau lebih alternatif dipertimbangkan untuk dipilih dalam menyelesaikan suatu masalah di bidang teknik. Bisa juga dikatakan bahwa ekonomi teknik adalah sekumpulan teknik matematika yang menyederhanakan perbandingan ekonomi dalam suatu kasus di bidang teknik. Ilmu ekonomi tidak pernah lepas dari ilmu teknik, terutama dalam perancangan dan penerapannya di masyarakat. Dalam hal tersebut, selalu ada beberapa alternatif dalam pelaksanaannya yang masing-masing alternatif memiliki keuntungan dan kerugian yang berbeda-beda jenis dan jumlahnya. Namun penyelesaian masalah tersebut selalu memiliki kriteria ekonomi, dan kriteria tersebut digunakan untuk memilih satu dari banyak alternatif yang tersedia tersebut.

 Asal Mula Ekonomi Teknik             
              Yang pertama menekuni bidang ini adalah Arthur M. Wellington. Pada akhir abad ke-19, seorang insinyur sipil bidang keahlian bangunan jalan kereta api di Amerika Serikat.

PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN EKOTEK
Menurut Newman (1988), proses pengambilan keputusan yang rasional biasanya terdiri dari 8 langkah, yaitu:

Pengenalan / identifikasi masalah
·         Pendenifikasi tujuan
·         Pengunpulan data yang di perlukan
·         Identifikasi altenatif yang mungkin / layak
·         Pemilihan kreteria untuk menentukan alternative terbaik
·         Penentuan hubungan antara tujuan, alternative, data & criteria è membuat model.
·         Memprediksi hasil dari setiap alternative
·         Memilih alternative terbaik untuk mencapai tujuan

1.    Pengenalan / Identifikasi masalah
Langkah pertama dalam pengabilan keputusan adalah mengenali masalah yang ada. Suatu masalah timbul apabila ada perbedaan antara keinginan yang di tetapkan dengan keadaan yang sesungguhnya terjadi. Adanya perbedaan ini tidak menjamin bahwa seseorabg akan langsung membuat keputusan untuk menyelesaikan masalah. Pertama, yang harus kita lakukan yaitu mengetahui adanya perbedaan. Kita harus mengetahui adanya masalah sebelum mulai mencari pemecahan masalah. Kedua, menyadari adanya perbedaan antara keinginana yana di tetapkan dan kenyataan yang sesungguhnya tidaklah cukup untuk memulai pengambilan keputusan. Kita harus termotivsi untunk mengurangi perbedaan tersebut. Ketiga, selain hal-hal tersebut kita juga harus memiliki peengetahuan, keterampilan, kemampuan, dan sumbe-sumber daya untuk menyelesaikan masalah tersebut.

2.    Pendenifisi tujuan
Setelah langkah pertama kita temukan, dilanjutkan dengan melakukan pendenifisi tujuan dari keputusan yang akan kita ambil nanti. Ada beberapa tujuan diantaranya :
Eksplorasi (exploration), berkaitan dengan upaya untuk menentukan apakah suatu fenomena ada atau tidak.
Deskripsi (description), berkaitan dengan pengkajian fenomena secara lebih rinci atau membedakannya dgn fenomena yang lain
Prediksi (prediction), berupaya mengidentifikasi hubungan (keterkaitan) yang memungkinkan kita berspekulasi (menghitung) tentang sesuatu hal (X) dengan mengetahui (berdasar) hal yang lain (Y).
Eksplanasi (explanation), mengkaji hubungan sebab-akibat diantara dua fenomena atau lebih.
Aksi (action), dapat meneruskan salah satu tujuan di atas dengan penetapan persyaratan untuk menemukan solusi dengan bertindak sesuatu.
Setelah kita mengetahui jenis tujuan apa yang kita anbil nanti berupa sebuah keputusan, mulailah menbuat beberapa keputusan dan menyeleksi keputusan yang mana yang sesuai dari tujuan di atas.

3.    Mengumpulkan data yang di perlukan
Setelah langkah ke 2 dilakukan selanjutnya adalah mulai mengumpukan data yang di perlukan agar bisa memperoleh alternative keputusan yang di nginkan.

4.    Identifikasi alternative yang mungkin / layak
Mulai mengumpulkan semua alternative yang mungkin bisa di ambil keputusan sebanyak mungkin.

5.    Pemilihan kreteria untuk menentukan alternative terbaik dan Penentuan hubungan antara tujuan, alternative, data & criteria è membuat model
Dari sekian identifikasi alternative yang mungkin dan layak, rumuskan alternative yang paling berhubungan antara tujuan data dan criteria yang di inginkan. Itulah yang akan mejadi alternative dari permasalahan yang akan menjadi sebuah keputusan.

6.    Memprediksi hasil dari setiap alternative dan Memilih alternative terbaik untuk mencapai tujuan
Setelah memilih alternative yang. paling mendekati dari tujuan hal yang selanjutnya di lakukan adalah mulai memprediksi dari setiap altenatif yang di pilih. Apakah nanti akan sesuai dengan tujuan yang di inginkan. Dalam prose ini sangat di perlukan perhitungan yang akurat dari segala sisi agar tidak menimbulkan kesalahan di kemudian harinya.
Dari hasil prediksi inilah yang akan menunjukan manakah alternative yang baik untuk di buat sebagai keputusan dari masalah yang ada.

TAHAP PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Pengambilan keputusan yang rasional merupakan proses yang komplek. Delapan step rational decision making proses:
1. Mengenal Permasalahan
2. Definisikan Tujuan
3. Kumpulkan Data yang Relevan
4. Identifikasi alternative yang memungkinkan (feasible)
5. Seleksi kriteria untuk pertimbangan alternatif terbaik
6. Modelkan hubungan antara kriteria, data dan alternatif
7. Prediksi hasil dari semua alternatif
8. Pilih alternatif terbaik

ANALISIS PENGAMBILAN KEPUTUSAN DAN PROSESNYA
Seorang insinyur atau manajer selalu dihadapkan pada permasalahan pengambilan keputusan yang melibatkan lebih dari satu alternatif, setidaknya alternatif untuk melakukan sesuatu (do action) dan tidak melakukan sesuatu (do nothing). Untuk memperoleh alternatif terbaik, setiap alternatif tersebut harus dinilai dengan kriteria yang sama. Langkah-langkah pengambilan keputusan dapat dilihat pada gambar berikut.
Analisis ekonomi teknik (engineering economic analysis) adalah bagian dari ilmu ekonomi yang diaplikasikan pada proyek-proyek teknik. Digunakan oleh para insinyur untuk mencari solusi terbaik dengan mengukur nilai ekonomi dari setiap alternatif solusi yang potensial.
Masalah yang dapat diselesaikan menggunakan alnalisis ekonomi teknik adalah masalah yang memiliki tiga karakteristik berikut:
Masalah itu cukup penting, dan memerlukan pemikiran dan usaha serius dalam pemecahannya.
Masalah tersebut tidak dapat diselesaikan dalam benak kita tapi memerlukan analisis yang teliti yang mengorganisasikan setiap elemen masalah dan semua konsekuensi yang mungkin terjadi, dan tidak dapat diselesaikan sekaligus.
Masalah itu memiliki aspek ekononis  yang cukup penting sebagai komponen yang mengarahkan analisis pada keputusan.

PEMECAHAN MASALAH
Mengenali Masalah
John Dewey seorang filsuf Amerika mengatakan “Suatu masalah yang didefinisikan secara benar adalah masalah yang sebagian telah terselesaikan”. Itu berarti hanya masalah yang telah dikenali dengan benarlah yang berpotensi untuk diselesaikan, tanpa mengenali masalah dengan benar kita akan tersesat sehingga solusi yang tepat tidak akan pernah tercapai. Masalah dapat dikenali oleh berbagai pihak terkait, bisa oleh pemilik masalah sebagai pengambil keputusan, pemecah masalah seperti insinyur atau manajer, atau oleh para operator yang langsung berhubungan dengan hal-hal teknis.
Beberapa masalah berikut cocok diselesaikan dengan analisis ekonomi teknis, identifikasi yang mana saja?
Mana yang lebih baik membeli mobil bermesin disel atau bermesin bensin?
Haruskah mesin otomatis dibeli untuk menggantikan tiga orang pekerja manual saat ini?
Apakah bijak menjadwalkan kelas subuh untuk menhindari kemacetan di pagi hari?
Apakah lebih baik anda pindah jurusan ke Teknik Listrik?
Seseorang yang akan anda nikahi bekerja dengan gaji yang rendah, sedangkan yang lain adalah profesional bergaji tinggi, mana yang akan anda pilih?
Menetapkan Tujuan dan Sasaran
Masalah adalah situasi yang menghambat tercapainya suatu tujuan yang telah ditentukan. Di perusahaan masalah utama akan terkait dengan tidak tercapainya profit, dan masalah yang dihadapi para individu umumnya terkait dengan tidak tercapainya kepuasan. Tujuan-tujuan yang bersifat umum diatas seringkali diuraikan menjadi tujuan yang lebih sempit, spesifik, dan kuantitatif. Misalnya “perusahaan harus membuat 1000 unit produk bulan ini” atau “saya harus melunasi cicilan rumah tahun ini”adalah sasaran yang menggambarkan  tujuan.

ANALISA PRIBADI
Jadi yang dimaksud dengan ekonomi teknik penentuan faktor-faktor dan kriteria ekonomi yang digunakan ketika satu atau lebih alternatif dipertimbangkan untuk dipilih dalam menyelesaikan suatu masalah di bidang teknik.

 Hubungan ekonomi teknik dengan elektro.
Hubungannya sangat erat. Karena dengan ekonomi teknik kita dapat memperhitungkan biaya ataupun keuntungan ke depannya.

Kegunaanya di elektro /kehidupan.
Di setiap rumah menggunakan listrik sebagai penggerak utama. Alat alat teknik elektro juga menjadi simbol kemapanan hidup seseorang. Para tenaga kerja teknik elektro juga diuntungkan oleh penggunaan listrik ini. Sebab jika ada kerusakan pada alat listrik mereka, tenaga mereka akan sangat dibutuhkan sehingga meningkatkan penghasilan para pekerja teknik elektro.

Contoh disiplin ilmu elektro.
Contoh sebagian dari disiplin ilmu elektro ini tentang kontrol , optimasi sistem , proses produksi , perencanaan instalasi  dan sistem informasi industri, dan sebagainya sebagai dasar untuk memberikan kontribusi baik dalam Industri  jasa maupun Industri  manufaktur. Sebagai upaya untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas.





http://industri.ums.ac.id/courses/tin303.html
http://widyakartika.ac.id/site/program-studi/teknik/
drw.politekniktelkom.ac.id/.../Ekonomi%20Teknik/DIKTAT%20EKON...‎
http://belajar-industri.blogspot.com/2011/09/apa-itu-pengertian-prinsip-ekonomi.html
http://aboutengineeringeconomy.blogspot.com/2012/04/pengenalan-ekonomi-teknik.htm

Selasa, 25 Juni 2013

KRISIS MINYAK DIKOTA MINYAK

KRISIS MINYAK DIKOTA MINYAK

“Antrian panjang nih di setiap SPBU” begitu bunyi timeline dari tweeps Kota Balikpapan. Antrian di Stasiun Pengisian Bahan Bakaru Umum (SPBU) sebenarnya biasa terjadi di berbagai kota di Kalimantan Timur, yang merupakan salah satu provinsi penghasil minyak bumi dan gas alam di Indonesia. Kondisi ini menjadi berbeda, ketika kejadian antrian di SPBU ada di Kota Balikpapan.
Kota Balikpapan yang berjulukan Kota Minyak itu, kelahirannya disepakati pada saat pengeboran pertama minyak di Balikpapan yang dilakukan oleh perusahaan Mathilda, tanggal 10 Februari 1897. Selama ini kota Balikpapan dikenal sebagai wadah pertemuan hasil minyak bumi yang disedot dari kerak bumi, terus dialirkan dan didistribusikan ke berbagai unit pengolahan lainnya. Balikpapan juga menjadi titik distribusi bahan bakar minyak, utamanya bagi wilayah Kalimantan.
Langkanya BBM
Balikpapan bisa jadi baru pertama kali merasakan krisis stok bahan bakar minyak (BBM), karena sebelumnya kebutuhan kota ini selalu terpenuhi. Di saat pemerintah mulai mewacanakan kenaikan harga BBM, maka mulailah terjadi penyimpanan minyak oleh berbagai kalangan, baik warga, maupun pedagang. Penimbunan terjadi, dan cadangan di SPBU semakin menipis.
Di era 2.0 ini, informasi sekecil apapun akan cepat mengalir. Kenaikan harga BBM, ditambah dengan menipisnya stok, menjadikan pengguna BBM menjadi panik. Tombol panik pun tertekan. Sebagian besar pengguna BBM bergegas untuk mencukupkan kebutuhannya akan bahan bakar. Kekhawatiran tidak memperolehnya, sehingga harus berjalan kaki ataupun menghentikan aktivitas, menjadi berakumulasi, dengan kekhawatiran naiknya harga BBM.
Pertamina sudah menyatakan stok untuk BBM Kota Balikpapan masih aman terkendali. BPH Migas pun menyatakan hal yang sama. Lalu kenapa kepanikan itu tetap ada? Apakah dikarenakan pengguna BBM semakin tak percaya dengan Pertamina, BUMN yang dimandatkan untuk mengelola minyak bumi dan gas alam di Indonesia? Lalu, mengapa pula pedagang BBM eceran yang dipersalahkan?
Kenaikan Harga BBM, Kepentingan Siapa?
Pemerintah selalu menyatakan bahwa harga BBM di Indonesia masih terlalu murah, sehingga harus menyedot subsidi yang luar biasa banyaknya di dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Karenanya Pemerintah menganggap penting untuk menurunkan subsidi tersebut, dan lalu menaikan harga BBM. Asumsi yang digunakan pemerintah kali ini, sepertinya benar. Namun, mari kita baca lebih dalam, apakah memang benar dengan menurunkan subsidi BBM itu akan menyelesaikan persoalan BBM di negeri ini?
Pertama, Indonesia hingga saat ini telah menyempurnakan liberalisasi pengelolaan migasnya. UU No. 22 tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, yang diintervensi oleh kepentingan asing, telah membuka ruang bagi beroperasinya SPBU oleh swasta (asing). Akibat Pertamina masih mematok harga yang lebih rendah dibandingkan SPBU milik Shell, Petronas, Total dan lainnya, maka pengunjung SPBU swasta tersebut masih rendah. Ini kemudian melahirkan permintaan baru kepada Pemerintah, agar Pertamina bisa menaikkan harga BBM Premium dan Solarnya.
UU No 22/2001 ini juga memandatkan beberapa hal, diantaranya: (1) Pembagian yang lebih tegas antara fungsi Pemerintah (Pembuat Kebijakan); Pengatur (regulator); dan Pelaku Usaha; (2) Pemecahan rantai usaha ke beberapa kegiatan usaha (unbundling); (3) Liberalisasi sektor hilir migas; (4) Perubahan status PERTAMINA menjadi Persero, dan; (5) Penentuan harga BBM sesuai dengan mekanisme pasar. UU No. 22/2001 merupakan salah satu prasyarat yang diajukan International Monetary Fund (IMF) di dalam Letter of Intent (LoI) nya.
Mahkamah Konstitusi sendiri telah mengeluarkan Putusan Mahkamah Konstitusi tanggal 21 Desember 2004 pada perkara Nomor 002/PUU-I/2003, bahwa Pasal 28 Ayat (2) menyebutkan, harga bahan bakar minyak dan harga gas bumi diserahkan pada mekanisme persaingan usaha yang sehat dan wajar, bertentangan dengan UUD 1945 karena dalam penetapan harga bahan bakar minyak dan gas tidak dapat diserahkan mekanisme pasar, tetapi harus melalui kewenangan pemerintah.
Kedua, Unit pengolahan Migas di Indonesia oleh Pertamina tidak sepenuhnya mampu untuk menutupi kebutuhan BBM oleh warganya. Produksi premium dari kilang Pertamina hanya dapat memenuhi kebutuhan premium sebesar 54% dan solar sebesar 86%. Hingga Pertamina harus mengimpor premium dan solar. Per akhir 2011, masih diperlukan impor premium sebesar 12 juta kilo liter dan solar sebesar 3 juta kilo liter per tahun.
Ketiga, pemain hilir industri migas, sangat tidak percaya diri untuk bersaing dengan Pertamina, selama Pemerintah masih mensubsidi konsumennya. Akhirnya, permintaan langsung pernah datang dari Bank Dunia yang menulis surat kepada Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral agar para pemain baru diberi akses menggunakan fasilitas-fasilitas produksi dan distribusi milik Pertamina, serta menyatakan “pemberian subsidi harga BBM oleh pemerintah tidak bisa merangsang investor untuk berbisnis di sektor hilir.” Disini terlihat jelas bagaimana kemudian negara kita coba ditekan untuk mengikuti aturan global, dengan kemudian terus mengabaikan kepentingan warganya.
Keempat, pemberian subsidi melalui Bantuan Langsung Tunai, sebenarnya telah menguatkan posisi Pemerintah dalam mensubsidi industri migas swasta (asing), agar mereka tetap melanjutkan akumulasi kekayaan mereka. BBM adalah salah satu cabang produksi yang dibutuhkan rakyat banyak. Dan karenanya pencabutan subsidi BBM merupakan ancaman bagi produktifitas rakyat Indonesia. Total premium yang dikonsumsi oleh rumah tangga, 64%-nya dikonsumsi oleh sepeda motor, sedangkan untuk mobil hanya 36%. Data Susenas BPS menunjukkan bahwa 65 persen bensin ternyata dikonsumsi oleh masyarakat kelompok miskin dan menengah bawah (pengeluaran per kapita < USD 4), termasuk di dalamnya (29%) dikonsumsi oleh kelompok miskin (pengeluaran per kapita < USD 2). Artinya, subsidi selama ini telah tepat pada sasarannya, dan merupakan mandat konstitusi.
Kelima, daya beli masyarakat Indonesia terhadap BBM masih rendah bila dibandingkan dengan negara lain. Meskipun harga BBM lebih murah dibandingkan negara-negara lain, akan tetapi harga tersebut relatif mahal bila dibandingkan dengan pendapatan kotor per kapita yang masih jauh dibanding negara-negara lain.
Kotak Pandora BBM
Skema kompensasi kenaikan harga BBM tidak akan membantu masyarakat miskin dan menengah-bawah, sebab beban ekonomi akibat kenaikan harga bahan pokok dan transportasi akan berdampak sangat buruk bagi perekonomian rakyat. Membawa BBM pada skenario global, seperti membawa warga negeri ini membuka kotak pandora. Kesengsaraan kian bertambah, kemakmuran akan semakin jauh dari jangkauan.
Menjadi penting bagi pengguna BBM, termasuk di Kota Minyak untuk mendesak Pemerintah melakukan renegosiasi kontrak-kontrak Migas yang merugikan perekonomian Nasional, melakukan renegosiasi penghapusan/pengurangan pembayaran utang luar negeri dengan pihak kreditor bilateral dan multilateral. Selain juga penting untuk mendesak Pemerintah dan DPR melakukan effisiensi pengeluaran cost recovery dan melakukan efisiensi belanja negara untuk kebutuhan birokrasi dalam APBN. Terakhir yang mendesak adalah Pemerintah dan DPR harus segera melakukan revisi UU Migas dan UU Energi agar sesuai dengan mandat Konstitusi.
“Cabang-cabang produksi yang penting bagi Negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh Negara” demikian mandat pasal 33 ayat (2) konstitusi negeri kita. Minyak bumi dan gas alam merupakan cabang produksi yang penting bagi negara. Sudah sangat mendesak agar Pemerintah dan DPR mengembalikan arah ketinting negeri ini pada arah yang dimandatkan Konstitusi negara kita.

sumber: http://timpakul.web.id/krisis-minyak-di-kota-minyak.html 

tugas: - www.gunadarma.ac.id         - www.studentsite.gunadarma.ac.id         - www.baak.gunadarma.ac.id